Kata Sambutan Konjen Huang He Pada Resepsi Perayaan Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok yang ke-76 dan Pembentukan Hubungan Diplomatik Tiongkok-Indonesia yang ke-75
2025-09-26 18:32

Yth. Gubernur Sumatera Utara, Bapak Muhammad Bobby Afif Nasution yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Basarin Yunus Tanjung, M.Si; Kabinda Sumatera Utara Brigjen TNI Muhammad Nasrulloh Nasution; anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Bapak Hasyim; Kepala Biro Pemerintahan dan Otda, Ade Sofianita, S.STP, MM.; Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Ibu Desni Maharani Saragih S.STP; Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Teodorus Simarmata; Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi, Bapak Arief Sudarto Trinugroho,

Yth. Wali Kota Medan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bapak Muhammad Sofyan, S.Sos, M.A.P; Perwakilan Ketua DPRD Kota Medan, Ibu Dr. Dra. Lily,

Yth. Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Bapak Gelora Kurnia Putra Ginting,

Yth. Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah,

Yth. Bapak Indra Wahidin, Bapak Juswan Tjoe, Bapak Djohan Nurdin, Bapak Edwin Bingei, para pemimpin komunitas Tionghoa dan teman-teman Tionghoa, perwakilan perusahaan-perusahaan Tiongkok, guru dan sukarelawan bahasa Tiongkok,

Yth. Para konsul negara sahabat,

Ibu-ibu, bapak-bapak, teman-teman sekalian:

Selamat malam! Sangat senang dapat berkumpul bersama Anda untuk merayakan peringatan 76 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok dan peringatan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesia. Saya mewakili Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan menyampaikan sambutan hangat kepada para hadirin dan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada semua pihak dari berbagai lapisan masyarakat yang telah lama memberikan perhatian dan dukungan dalam pembangunan Tiongkok serta hubungan Tiongkok-Indonesia.

Selama 76 tahun terakhir, Partai Komunis Tiongkok memimpin rakyat Tiongkok bersatu dalam perjuangan yang tak kenal lelah, dan menciptakan dua keajaiban, yang meliputi pembangunan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial jangka panjang. Tiongkok telah berkembang dari negara miskin dan terbelakang menjadi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, negara manufaktur terbesar di dunia, negara dengan perdagangan barang terbesar di dunia, negara dengan pasar konsumen barang terbesar kedua di dunia, negara dengan cadangan devisa terbesar di dunia, dan telah meraih prestasi gemilang yang menarik perhatian dunia.

Ibu-ibu, bapak-bapak dan teman-teman sekalian!

Tahun 2025 memiliki makna sejarah yang istimewa bagi rakyat Tiongkok. 80 tahun yang lalu, setelah 14 tahun perjuangan yang berat dan heroik, rakyat Tiongkok akhirnya meraih kemenangan besar dalam Perang Perlawanan Melawan Agresi Jepang. Selama bertahun-tahun melewati masa perang yang sulit, rakyat Tiongkok dan Indonesia saling mendukung, berbagi suka dan duka, serta bersama-sama memberikan kontribusi penting bagi perjuangan umat manusia yang adil. Belum lama ini, pemerintah Tiongkok menggelar parade militer dan berbagai acara peringatan akbar lainnya. Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato penting, menguraikan tema-tema mengenang sejarah, menghormati pahlawan, menjunjung perdamaian dan membangun masa depan. Pidato ini mengirimkan pesan yang kuat bahwa Tiongkok akan berpegang teguh pada jalur pembangunan damai dan bersama-sama mendorong modernisasi dunia. Presiden Prabowo mengatasi berbagai kesulitan untuk menghadiri kegiatan peringatan di Tiongkok, yang sepenuhnya menunjukkan betapa pentingnya hubungan Tiongkok-Indonesia serta rasa persahabatan tulus rakyat Indonesia terhadap rakyat Tiongkok.

Tahun 2025 memiliki makna peringatan yang luar biasa bagi hubungan Tiongkok-Indonesia. Tahun ini menandai peringatan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesia serta peringatan 70 tahun Konferensi Bandung. Selama 75 tahun terakhir, hubungan bilateral telah melewati berbagai tantangan, mencapai prestasi luar biasa, dan meninggalkan pelajaran berharga. Selama dua tahun terakhir, Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo telah bertemu sebanyak tiga kali, memimpin pembangunan komunitas senasib sepenanggungan antara kedua negara ke tingkat yang baru. Kedua negara terus memperkuat rasa saling percaya politik, mempererat hubungan ekonomi, dan memelihara pertukaran humaniora. Kerja sama "lima pilar utama", yang meliputi politik, ekonomi, budaya, maritim, dan keamanan, serta pembangunan bersama Inisiatif Sabuk dan Jalan, telah membuahkan hasil yang bermanfaat. 70 tahun yang lalu, Tiongkok dan Indonesia bersama-sama memberikan kontribusi bersejarah bagi keberhasilan penyelenggaraan Konferensi Bandung. Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai dan Semangat Bandung tetap abadi dan terus membimbing negara-negara berkembang untuk saling mendukung dan mempererat kerja sama.

Tahun 2025 akan menandai transformasi besar dalam tata kelola global. 80 tahun yang lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lahir di tengah puing-puing Perang Dunia II, yang membawa harapan bersama umat manusia akan perdamaian dan pembangunan. 80 tahun kemudian, PBB dan multilateralisme sedang diserang, aturan serta supremasi hukum berkurang drastis, reformasi sistem tata kelola global semakin mendesak. Pada tanggal 1 September, Presiden Xi Jinping mengajukan Inisiatif Tata Kelola Global, dimana inti prinsip-prinsip meliputi menjunjung tinggi kesetaraan kedaulatan, mematuhi aturan hukum internasional, mempraktikkan multilateralisme, menginisiasi pendekatan yang berpusat pada rakyat, dan berfokus pada tindakan nyata. Inisiatif ini memberikan prinsip, metode, dan jalur yang jelas untuk reformasi dan peningkatkan tata kelola global. Tiongkok akan bersama dengan Indonesia untuk terus berdiri di sisi sejarah yang benar, mendorong pembangunan sistem tata kelola global yang lebih adil dan setara, serta bekerja sama dengan semua negara menuju komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.

Ibu-ibu, bapak-bapak dan teman-teman sekalian!

Saya tiba di Medan awal bulan ini untuk menjabat sebagai Konsul Jenderal Tiongkok. Saya sangat terkesan dengan tanah yang indah, subur, ramah, dan penuh peluang ini. Saya berharap dapat meningkatkan pemahaman dan mempererat persahabatan dengan teman-teman dari berbagai lapisan masyarakat yang berada di wilayah kerja konsuler, bersama-sama mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh pemimpin kedua negara, dan melakukan upaya-upaya baru untuk mendorong pertukaran persahabatan dan kerja sama pragmatis antara wilayah kerja konsuler dengan berbagai wilayah di Tiongkok, serta mendorong pembangunan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Indonesia.

Akhir kata, marilah kita mendoakan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia bertahan selamanya!

Mari kita mendoakan Tiongkok dan Indonesia semakin makmur, dan rakyatnya diberikan kebahagiaan dan kesehatan!

Saya juga mendoakan para hadirin senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran!

Terima kasih!